Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kenangan

Kenangan yang telah usang

Dari balik sinaran mentari yang tersingkap Pagi menyapa pelan Melupakan nyanyian bimbang semalam Ada gurat senyum terpancar dari wajahnya yang semula pucat Ada usaha besar yang kubaca dari sorot matanya Ia mencoba bangun Bergegas hendak meraih tas gendongnya "Mau kemana?", kataku membuka percakapan Sunyi, tak ada jawaban. Ia masih sibuk dengan beberapa peralatan yang nyaris kelupaan karena ada di dalam lemari tua Ku lihat ia melipat kertas yang tak kalah usang daripada bajunya "Aku harus pergi.", ujarnya menjawab pertanyaanku. Otakku sudah menangkap sinyal itu sebelum dia akhirnya berkata Aku tau benar kemana dia akan pergi Hingga akhirnya kulihat bayang nya hilang di ujung pintu, langkah kaki nya tak lagi tertangkap oleh gendang telingaku Aku tak bisa mencegahnya lagi Ia telah pergi Meninggalkan kenangan yang akan menjadi usang, karena termakan zaman Menyisakan ingatan yang menjadi tanya, karena tergerus keadaan

Pada Hujan Sore Itu

Kutitipkan rindu ini untukmu, pada hujan sore itu. Apakah gerangan sudah disampaikan olehnya? Tak kunjung kudengar ada sapa balas yang kau rajut dalam kalimat-kalimat apikmu. Kutitipkan salam ini untukmu, pada hujan sore itu. Masihkah kau berdiri dengan keyakinanmu yang dulu? Yang kau banggakan layaknya dedaunan yang bertahan pada ranting yang ia singgahi. Yang tak henti mengemis pada waktu, untuk menyediakan sejenak saja kesempatan bagi "kita" untuk bertemu. Kutitipkan sepucuk surat tersirat ini untukmu, pada hujan sore itu. Tak banyak memang yang bisa ku ucap. Aku tak terlalu pandai dalam menafsirkan kata yang dibentuk oleh hatiku sendiri. Bukankah itu terdengar sangat lucu? Saat perasaanku sendiri, tak lagi dapat aku mengerti. Kutitipkan rasa ini untukmu, pada hujan sore itu. Terngiang manis dalam tiap ingatan kala aku hampir terlelap dalam mimpi setiap malam. Yang terbayang adalah kharisma yang tak henti membuatku menuturkan suka. Menerjemahkan cinta pada...

Sebut saja, Rindu.

Aku pikir tak terlalu berlebihan jika menamakan ini semua dengan kata sederhana; Rindu. Selamat malam untukmu dari aku yang mendadak merasakan kesepian. Jadi, sudah berapa halaman yang kita lalui terpisah? Ternyata kita cukup hebat untuk dapat melalui nya ya.. Tak seburuk awal yang ku kira, semua ternyata dapat berjalan baik-baik saja. Namun saat anganku menyeringai terbang memasuki setiap sudut bayangan... Ah! Aku tidak menyukai saat-saat itu. Semua memang baik-baik saja. Aku tahu benar dimana dan dengan siapa aku sedang melangkah. (Walaupun aku tak lagi tau dimana dan dengan siapa kau kini mengarungi rentetan kehidupan) Namun yang tak pernah ku tau, dan beberapa kali aku menyesali ketidakpekaan itu, adalah saat dinding-dinding mengatakan hal klise yang dulu amat ku pahami. Saat sorot mata tajam yang dulu sangat ku benci alih-alih menjadi yang kurindukan kini. Kau yang pergi dan lupa mengajak jutaan memori yang kini mengikuti kemana saja aku pergi. Hei! Aku rindu... Ak...

Bolehkah aku?

Hai, selamat malam.. Kuharap kau dapat menikmati keindahan yang telah Tuhan berikan secara berlimpah kepada siapapun, termasuk dirimu sendiri. Apa kabar? Sudah lama tak bersua dan mendengar kabarmu. Apa kamu tetaplah kamu yang dulu? Atau bahkan sudah berubah menjadi lelaki idaman yang hendak dicari kebanyakan wanita-wanita yang mungkin saat ini sedang sendiri. Haha, pasti lucu membayangkan ekspresimu yang sedang dikejar-kejar oleh para penggemarmu. Oya, maaf tadi hanya sekedar basa-basi saja untuk mengawali rentetan kalimat ku yang akan lebih membosankan daripada itu. Perkenalkan, aku adalah orang yang sempat kau titipkan setengah keping dari hatimu dulu. Aku adalah orang yang dulu "sempat" benar-benar menjaga amanahmu itu. Ah, sudah lama memang. Sekali lagi maaf, jika harus membuatmu membuka kembali lembaran buku-buku lusuh yang sudah kau singkirkan kedalam kardus di loteng rumahmu. Aku hanya ingin bercerita, dan kuharap kau mau mendengarkannya. Hanya membaca dan mende...

Puisi Kecil Untuk Bintang

Semalam tadi aku berdoa Akan datangnya sebuah masa Dimana kita akan bersama Mencipta tawa dalam air mata             Sentuhan kecil yang dia punya             Membuatmu tertawa dalam fana dunia Cahaya terang , lentera malam.. Hanya harap yang aku punya Dalam elegi kenistaan Dan kebohongan kehidupan             Masih terngiang sebuah nada             Mencipta harmoni kebersamaan kita Saat salah satu bintang biru redupkan cahaya Ingatlah masih ada bintang merah pancarkan sinar mereka             Bintang dalam sepiku             Bintang dalam tawaku             Bintang dalam s...