Sebagaimana cahaya itu ada Sebagaimana pula terang itu tercipta Andai aku bisa terbang bersama mimpi Kan kupetik bintang tuk menerangi Lalu aku pun bergegas pergi Melangkahkan kaki bersama sunyi Hai kamu ? Masihkah kau disana ? Di sudut-sudut kegelapan Namun kau memberikan rasa terang Disaat malam datang Aku tertegun pada keheningan Keheningan sunyi tanpa teman Malaikat kecilku .. Begitu sapamu Kau memecah keheningan sunyi itu Menjadi aurora terang bersama gemerlapan Tuhan... Jika ku punya satu hidup lagi Bukan tuk ingkari tapi tuk mengerti Akan keindahan perasaan yang Kau beri Tentang hati kecil yang sedang menjelajahi Semut kecil bahagia memiliki sapu yang mampu membersihkannya dari debu .. Memiliki hati yang mampu mengajarkannya akan sebuah arti...
Selamat malam, Februari. Waktu berjalan begitu cepat, bukan? Aku tak ingin membolak-balik kembali apa yang sempat terjadi. Karena saat ini ada yang lebih pantas untuk kau ketahui. Mungkin jika Tuhan tak berkenan, semua itu takkan bisa terjadi. Seseorang yang kau ingini memang tak selamanya menjadi yang ada disisi. Perkenalkan, aku pemujamu diam-diam. Aku memang belum memiliki rasa, aku hanya memiliki sekarung asa. Sulit memang untuk membangun sebuah kepercayaan (lagi). Apalagi bagi mereka yang baru saja dikhianati . Namun aku mencoba bangkit (sebut saja begitu) setelah menemui sesosok mentari yang sekiranya akan menghangatkan pagi atau menjadi teman disaat mata ku terbuka oleh sekat yang berkelipan cahaya. Setiap orang pasti akan mengerti. Dan kuharap kau juga dapat mengerti. Membangun kembali apa yang sempat runtuh itu tak semudah mencari bongkahan beras yang berjatuhan diantara kerikil. Lalu jika kau sudah yakin, kembalilah. Lihatlah kembali apa yang seharusnya kau sad...
Hai, selamat malam.. Kuharap kau dapat menikmati keindahan yang telah Tuhan berikan secara berlimpah kepada siapapun, termasuk dirimu sendiri. Apa kabar? Sudah lama tak bersua dan mendengar kabarmu. Apa kamu tetaplah kamu yang dulu? Atau bahkan sudah berubah menjadi lelaki idaman yang hendak dicari kebanyakan wanita-wanita yang mungkin saat ini sedang sendiri. Haha, pasti lucu membayangkan ekspresimu yang sedang dikejar-kejar oleh para penggemarmu. Oya, maaf tadi hanya sekedar basa-basi saja untuk mengawali rentetan kalimat ku yang akan lebih membosankan daripada itu. Perkenalkan, aku adalah orang yang sempat kau titipkan setengah keping dari hatimu dulu. Aku adalah orang yang dulu "sempat" benar-benar menjaga amanahmu itu. Ah, sudah lama memang. Sekali lagi maaf, jika harus membuatmu membuka kembali lembaran buku-buku lusuh yang sudah kau singkirkan kedalam kardus di loteng rumahmu. Aku hanya ingin bercerita, dan kuharap kau mau mendengarkannya. Hanya membaca dan mende...
Komentar