Kau tahu hujan? Aku juga selalu memujanya diam-diam Setelah kekagumanku terhadap senja, tentu saja Pagi ini ia menyapa ku dengan lembut lewat sentuhan rintiknya Mendekapku erat hingga aku tak dapat bergerak Aku diam Berbahasa lewat hati Melibatkan beberapa pikir yang tetiba mencuat muncul ke permukaan tanya Ada sebuah rasa yang disimpan hujan Namun hujan tak pernah jera dalam menjaga Ia bertahan layaknya posisi nya semula Tak sedikit pun bergerak, alih-alih berpaling Ku pikir, mungkin ia memiliki percaya Sehingga tak ada yang mampu merobohkan segala benteng keyakinannya Aku banyak belajar (lagi) dari cara nya menuturkan maksud hari ini Kesejukannya tertuang begitu tenang dalam tiap jiwa Hujan yang meneduhkan dan selalu dirindukan..
Ia sedang mencumbu hening Melingkupi dunia bisunya dengan sederhana Ia tak lagi mengerti tapi kuyakin ia mengeja jawab Ia berubah seiring tetesan hujan yang mengering
Sebagaimana cahaya itu ada Sebagaimana pula terang itu tercipta Andai aku bisa terbang bersama mimpi Kan kupetik bintang tuk menerangi Lalu aku pun bergegas pergi Melangkahkan kaki bersama sunyi Hai kamu ? Masihkah kau disana ? Di sudut-sudut kegelapan Namun kau memberikan rasa terang Disaat malam datang Aku tertegun pada keheningan Keheningan sunyi tanpa teman Malaikat kecilku .. Begitu sapamu Kau memecah keheningan sunyi itu Menjadi aurora terang bersama gemerlapan Tuhan... Jika ku punya satu hidup lagi Bukan tuk ingkari tapi tuk mengerti Akan keindahan perasaan yang Kau beri Tentang hati kecil yang sedang menjelajahi Semut kecil bahagia memiliki sapu yang mampu membersihkannya dari debu .. Memiliki hati yang mampu mengajarkannya akan sebuah arti...
Komentar